Monday, December 26, 2016

Foto Awal Pembukaan dan Penanaman Kebun Sawit GSK Di Lenggot Pahauman

Awalnya lahan-lahan yang ada di foto tersebut merupakan hutan miliki masyarakat dan sebagian juga merupakan lahan milik petani yang ada di dusun Lenggot Desa Pahauaman, Kec. Sengah Temila Kab. Landak KalBar, namun sejak awal Febuari 2017 yang lalu sudah di Ganti rugi oleh Perusahaan GSK dimana perusahaan tersebut merupakan anak usaha Djarum.
Kita bisa melihat lahan-lahan tersebut mulai ditanamin kelapa sawit, dan membuka lapangan perkerjaan baru bagi masyarakat sekitar, meskipun hutan mereka sudah tidak ada lagi. Foto Ini diambil pada tanggal 26 Desember 2016 (Artinya tadi siang).









Selengkapnya...

Monday, December 19, 2016

Bahaya Merasa Bahagai Tampa Pendamping Hidup

Sepertinya judul diatas tepat disematkan kepada saya, mengapa saya katakan tepat ?
Karena hal tersebut benar-benar saya alami, meskipun terkadang juga pengen mempunyai seseorang yang care dengan ku, meskipun ada yang care kepada saya, namun saya menganggap hal tersebut biasa saja dan tidak terlalu banyak berharap kepadanya.

Memang kita kadang kala merasa happy-happy saja tampa ada pendamping hidup atau pun pacar, namun hal tersebut sebenarnya ada tidak baiknya juga. 

Pertama karena kita merasa sudah nyaman degan keadaan kita sekarang, ini membuat kita menutup hati kita pada orang lain, meskipun ada seseorang yang menyukai diri mu, namun karena hatimu sudah tertutup membuat orang tersebut tidak bisa masuk kehati mu, penyebabnya bermacam-macam, ada karena masalah masa lalu ataupun lagi konsentrasi dengan perkerjaan kita. 
Kedua Kalau ada masalah kita tidak bisa mencurahkan masalah tersebut kepada orang yang dapat kita percaya sepenuhnya.
Terkadang kalau kita ada masalah membuat kita harus menceritakkan masalah tersebut kepada orang lain, bagaimana kalau tidak ada orang lain sebagai tempat kita untuk mencurahkan cerita tersebut kalaupun ada terkadang kita merasa tidak srek tuk berbagi cerita tersebut, dan ujung-ujungnya kita pun bertambah stres karena tidak ada tempat untuk mencurahkan cerita tersebut. 
Ketiga mengidamkan seorang anak
Semua orang pastinya akan menginginkan seorang anak yang dapat menghilangkan rasa kesepian didalam keluarga tersebut, kalau kita mempunyai pendamping hidup otomatis kita pun tidak mempunyai anak yang berasal dari darah daging kita sebagai orang yang melanjutkan keturuan kita, meskipun ada juga orang yang sudah menikah namun tidak dikaruniai seorang anak, itu sudah lain ceritanya namun kalau sudah memiliki pasangan otomatis peluang dia mempunyai anak lebih besar, bisa punya anak dengan tidak sah, namun hal tersebut bertentangan dengan norma agama dan masyarakat. 
Keempa terjadinya penyimpangan seks
Karena tidak mempunyai pasangan sebagai tempat untuk melampiaskan gairah seksnya otomatis orang tersebut akan melakukan penyimpangan seks, penyimpangan seks disini bermacam-macam, ada dengan cara memuaskan dirinya sendiri, maupun dengan mencari pemuas seks diluar, meskipun orang yang sudah memiliki pasangan bisa juga mengalami penyimpangan seks juga. 
itulah alasan yang dapat saya tulis mengeani bahaya tampa pendamping hidup.
Selengkapnya...

Logout Media Sosial

Beberapa hari ini saya udah berusaha untuk tidak membuka dan mengaktifkan jejaringan sosial saya, yang mengharuskan saya untuk berinterasi dengan penguna lainya.

Mengapa ini saya lakukan ?
Sumber Foto: tempo.co.id

alasan saya untuk sementara mengnonaktifkan jejaringan sosial saya (BBM, dan FB kecuali Twitter tetap saya aktifkan) berusaha untuk merasakan bagaiman rasanya kalau saya tidak mengunakan beberapa aplikasi tersebut untuk dua minggu kedepanya. Setelah itu kemungkinan saya akan mengaktifkannya lagi, kecuali facebook, sepertinya saya biarkan terbelangkalai dulu biarkanlah saya mengunakan twitter terlebih dahulu, karena twitter disini saya merasakan sedikit interasi dengan penguna lain. Alasan keduanya untuk menengelamkan diri, dalam artian tidak muncul dijejaringan sosial tersebut, dan berusaha menghemat waktu karena kalau aktif otomatis saya akan mengecek jejaringan sosial tersebut. 


Untuk beberapa saat (Hari) saja akan mengoptimalkan blog saya ini untuk mencurahakan segala unek-unek dikepala ini, dan dari pada saya harus mengupdate status di wall facebook atau pun di BM mendingan saya menulis ide dalam kepala ini dan menuangkannya dalam bentuk artikel singkat menskipun kalimat yang ada masih dibawah 200 kata, tapi itu tidak masalah sekalian mengasah daya pikir dan daya tulis saya lagi. Salam bloger.
Selengkapnya...

Saturday, December 17, 2016

Jejaringan Sosial

Terkadang di jejaringan sosial kita sering menelanjangin diri sendiri, lewat postingan-postingan atau update status yang kita buat.
Sadar atau tidak sadar kita sebenarnya sudah menelanjangin diri sendiri, maksudnya untuk pamer kepada orang-orang di jejaringan sosialnya namun terkadang kita tidak memperhatikan kode etik maupun kerahasiaan kita.

Memang tangan udah gatal mau menulis dan segala unek-unek yang ada dikepala kita, dan cobalah untuk menahanya. Saya juga sering kali mengalami hal yang sama dan tergiur untuk memposting hal-hal yang sipatnya privasi, namun saya tetap menjaga dan berusaha untuk menjaga kehidupan saja serapat-rapatnya dan jangan sampai orang tahu mengenai kehidupan saya, memang saya jarang sekali menuangkan hal tersebut dalam jejarinagan sosial, dan berusaha untuk menahanya meskipun kadang kala juga tidak tertahankan.

Ada beberapa alasan yang membuat orang memposting hal-hal yang sifatnya pribadi diantaranya:

Ingin terlihat memiliki sesuatu yang wau


Pamer kepada teman-temanya


Ingin terlihat selalu update


itu alasan-alasan orang mengposting segala sesuatu yang berkaitan dengan diri nya dan berhati-hatilah memposting segala sesuatu karena kita bisa terjerat UU IT yang telah banyak memakan korban dan yang masih hangat mengenai kasus penodaan agama yang dilakukan oleh Gubernur Nonaktif Jakarta (2016) (Ahok) dan juga sebagai calon gubernur, semuanya pasti sudah tahu mengenai masalah tersebut dan menjadikan negara ini menjadi panas. Oleh sebab itu gunakan jejaringan sosial secara bijak dan jangan sampai menjadi korban media sosial.
Dijejaringan sosial juga bisa kita jadikan sebagai alat mata-mata untuk memata-matai orang-orang tertentu, hal ini tidak perlu saya jabarkan panjag lebar pastinya kalian bisa tahu.Salam.
Selengkapnya...

Sunday, November 20, 2016

Chatingan Yang Datar

Hy...lgi ngap

Nga ngapa
kamu..?

Lagi nyantai ni

nga keluar ?
Nga soalnya bingung mau kemana

Owu...sama saya pun g ngapa-ngapa juga


Ko bisa
Bisa lah..


Chatingan pun berakhir
Beberapa Hari kemudian

PING
PING (membalas ping)

Hyy....
Sibuk g ?


Lumayan ni
Kamu

Lagi baring ni

Salam ya

salam balik juga

Gimana kuliahnya ?
lancar kan


Lacar, meskipun banyak tugas
Semangat ya ?
Ia, makasih.Chatingan berakhir
kacian dicuekin hahahhhaaa
Selengkapnya...

Thursday, November 10, 2016

Para Pahlawan


Pahlawan

Kalian mulai aku lupakan
Aku Ingat hanya pada tanggal 10 November
Aku tidak belajar pada kalian
karena kurang nya rasa terimakasih ku
Aku Lupa jasa-jasa kalianYang telah berkorban pada NKRI ini
Para anak cucu mu ini
Mulai Pikut atas usaha mu
Usaha mu untuk negeri ini
Negeri yang penuh dengan sumberdaya alam yang berlimpah
Engaku mati-matian menjaganya
Menjaga dari tangan Penjajah
Menjaganya dari orang-orang yang ingin melihan bangsa ini terus diperbudak
Engkau rela mati demi anak cucu mu
Tapi apa balasan kami untuk mu ?
Kami mengadaikan negeri ini
bahkan menjualnya
Parahnya lagi
Kami lupa tetesan air mata, darah, bahkan nyawamu sendiri dan nyawa orang-orang yang kamu cintai gugur demi negeri ini
Kalian terus melihat negeri ini
Mungkin
Kalian meneteskan air mata
melihat penerusnya tidak mau bersatu
Mudah terhasut
Mudah menjual bangsanya sendiri
Tapi itu tidak semuanya
Masih ada anak bangsa ini yang masih ingat akan perjuangan mu
Akan jerih payah mu memperjuangakan negeri ini
Terimakasih Pejuang bangsa ku
Pejuang kehidupan ku
Dan orang-orang yang telah pergi
yang telah memperjuangakan hidup ini
Selengkapnya...

Friday, November 4, 2016

Termakan Tipu Daya Laki-laki

Hmmm....sudah lama juga saya belum udpate blog sederhana ini, namun inilah tempat saya menuangkan ide dan hasil pemikiran saya.
Baiklah Kali ini saya akan mengulas mengenai tipuan halus laki-laki, terhadap perempuan, meskipun saya seorang laki-laki bukan berarti saya tidak boleh menuliskan hal tersebut. ini berkaitan dengan masalah perasaan terhadap perempuan.
Pernahkah kamu (utk Perempuan) Kalau seorang laki-laki mencintai mu dikarenakan kamu cantik ?

Jika hal tersebut yang pertama keluar dari mulutnya ketika ia menyatakan perasaanya kepada mu , berarti itu cinta yang salah.
Mengapa saya katakan salah ?
Karena kecantikan seorang perempuan tidak akan bertahan lama, apalagi kalau kecantikan tersebut merupakan kecantikan fisik, otomatis akan termakan oleh usia, semakin bertambah usia seorang perempuan maka kecantikannya pun berkurang, jika hal tersebut terjadi otomatis rasa cinta laki-lakimu yang mencintaimu karena kecantikan mu akan luntur dan ia akan berpaling kepada orang lain yang lebih cantik dari dirimu dan akan mencampakan mu.
Tapi anehnya banyak perempuan yang berbunga-bunga hatinya ketika laki-laki mengatakan dia cinta karena kecantikannya, seolah-olah diatas kepalanya bertaburan lambang hati, you know lah :D apa yang terjadi dan dirasakan perempuan ketika mendapatkan pujian, mungki pipinya memerah atau salah tingkah.
Cinta itu tidak perlu adanya sayarat, sehingga kita bisa mencintai seseorang, namun hal tersebut jarang sekali terjadi, yang ada cinta selalu ada syaratnya.
Sekitan celotehan dari saya yang singkat ini, semoga dapat mencerahkan.
Selengkapnya...

Wednesday, July 20, 2016

Tuesday, July 19, 2016

Bunga Lingkodok

Kalau di kampung halaman saya ini namanya bunga lingkodok, tanaman ini biasanya hidup di daerah yang agak basah, dan mudah tumbuh kalau disekitarnya sudah tidak ada lagi pohon-pohon besar dalam artian dia bisa tumbuh di daerah yang sudah tidak memiliki pohon-pohon yang menjulang tinggi.



Selengkapnya...

Sunday, September 20, 2015

Tali

Melihat foto diatas jangan sampai anda berpikir untuk mengantung diri, karena tali tersebut seolah-olah akan digunakan untuk gantung diri Selengkapnya...

Thursday, June 4, 2015

Tidak Percaya Diri


Siapa sih yang tidak pernah merasakan yang namanya ketidak percayaan diri ?, semuanya pasti pernah mengalaminya, orang yang anda anggap tingkat kepercayaan dirinya tinggi belum tentu dia benar-benar percaya diri, percaya deh diantara mereka yang anda anggap percaya diri pasti dia juga mengalami ketidak percayaan diri. Tidak percaya diri merupakan sikap yang ditimbulkan dalam diri seseorang yang mengangap dirinya tidak bisa, ataupun tidak dapat melakukan sesuatu yang ditunjukan kepadanya.

Alasannya bermacam-macam dan tergantung apa yang ditunjukan kepadanya untuk dilakukan, sifat ketidak percayaan diri disini menimbulkan kerendahan hati orang tersebut, yang berdampak dirinya mengalami keraguan untuk melakukan hal tersebut ketidak percayaan diri disini sebenarnya ada sisi positf dan negatifnya.

Sisi Positif:

Orang tersebut bisa menerima segala pendapat dari orang lain untuk dijadikan olehnya sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan
bisa membuat dirinya mempersiapkan segala hal agar lebih baik

Bisa berusaha semaksimal mungkin untuk tambil lebih baik

Membuat orang tersebut tidak sombong

Sisi Negatifnya:

Bisa membuat dirinya salah tingkah

Tidak bisa mengatakan yang seharusnya dia katakan atau tidak bisa bertindak yang seharunsnya ia lakukan

sampai ketahap yang lebih parah yakni tidak bisa ngapa-ngapain.
Kalau ada yang mau nambahin dari segi positif dan negatifnya saya persilahkan.
Selengkapnya...

Wednesday, May 27, 2015

Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia


Belakangan ini saya merasa jengah melihat situasi pendidikan di daerah saya, dimana orang tua tidak begitu sadar akan pentingnya pendidikan dan kualitas pendidikan anaknya, setali seuang pemerintah daerah pun cuma hanya mengejar kuantitas yang sekolah sehingga melupakan dan mengkesampingkan kualitas pendidikan, siswa harus naik apa pun yang terjadi dengan siswa tersebut entah itu dia jarang sekolah atau pun tidak mampu mengikuti mata pelajaran tertentu. Kepala sekolah ditekan sedemikian rupa dan menjadi kendaraan politik pemerintahan yang berkuasa dan kepala sekolah pun takut karena takut kehilangan jabatan dan malu.
Mungkin ini tidak cuma terjadi di daerah saya dan bisa saja ini terjadi di daerah lain juga. Mereka lebih mengutamakan kuantitas dari pada kualitas pendidikan, padahal yang diutamakan adalah kualitas dari pendidikan tersebut.
Karena di tuntu mengejar kuantitas lulusan mau mau tak mau membuat guru ada yang merasa terpaksa memberikan nilai yang seharusnya tidak didapatkan siswa tertentu karena diharuskan bukan dilihat dari kemampuan siswa yang bersangkutan, orang tua maupun siswa sendiri ada yang berpikiran udah cukup kalau mereka bisa membaca, berhitung atau pun menulis, proses penilaian yang tidak objektif tersebut membuat guru ada tidak begitu semangat dalam hal penyampaian maupun penilaian terhadap hasil belajar siswanya karena mereka beralasan toh akan dibantu juga nantinya, atau dituntaskan hasil belajarnya.
Bagaimana dengan Siswanya sendiri ?
Siswanya juga seperti itu mereka belajar ala kadarnya apalagi yang dipelosok desa, mungkin disebabkan motivasi mereka untuk berprestasi rendah, apalagi tidak mendapatkan perhatian orang tua mereka. Mereka juga merasa toh akan naik asalkan sering masuk, meskipun mereka tidak tahu apa sebenarnya yang telah dipelajari.
Kalau seperti ini terus pendidikan dinegeri kita ini, membuat negeri ini tidak akan cepat maju, karena orang-orang yang terlibat di dunia pendidikan tersebut tidak menghiraukan kualitas pendidikan yang ada.
Marilah kita mewujudkan pendidikan yang berkualitas bukan pendidikan yang hanya mengejar kuantitas, karena dari kualias tersebut akan tercipta manusia-manusia yang inovatif dan kreatif yang efeknya juga akan memajukan daerah tersebut sampai memajukan negara tersebut.
Selengkapnya...

Thursday, May 14, 2015

Apa Yang Kita Cari di Kehidupan Dunia Saat Ini ?

Terkadang kala membuat otak ini berpikir, apa sih tujuan dari hidup kita ini sebenarnya ? apakah cuma sebatas untuk memenuhi kehidupa duniawi kita ? atau untuk memperjuangkan kehidpuan berikutnya ?

Kita masing-masing mempunyai tujuan hidup, dan memperjuangkan hidup ini agar lebih baik lagi atau mengejar mimpi kita ini, terkadang dalam pengejaran tersebut, kita mengalami keletihan hambatan dan sebagainya, yang menjadi halangan dan tantangan dalam hidup kita ini.

Kita hidup di dunia ini untuk hidup bahagia, mempunyai harta yang cukup, ingin terkenal, ingin dihormati, ingin mendapat kedudukan yang baik didalam sebuah jabatan, dan sebagainya.
Hal tersebut merupakan pengejaran kehidupan duniawi kita, pertanyaannya Setelah mati kita nanti apakah ada kehidupan ?, bagaimana kehidupan tersebut, jika memang ada kehidupan tersebut ?
Setiap orang yang memeluk kepercayaan (agama) tertentu, pasti meyakini bahwa ada kehidupan berikutnya setelah kita meninggal nanti. Dalam perjuangan tersebut, kita harus seimbanga antara memperjuangan kehidupan kita dibumi ini dengan memperjuangakan kehidupan kita setelah kita meninggal.
Dalam pencarian tersebut, kita harus bisa memilih untuk bahagia atau tidak, dan yang pasti kebahagiaan adalah pilihan kita, sebenarnya yang layak menentukan kita bahagia atau tidak sebenarnya adalah diri kita sendiri, tidak ada sesuatu yang signifikan yang bisa mempengaruhi kebahagiaan kita, selain diri kita sendiri.
Namun hal tersebut sering kita lupakan, dan yang terpenting dalam hidup adalah sebuah perjuangan apakah perjuangan tersebut bisa kita capai atau tidak itu kembali lagi kepada usaha kita masing-masing dan yang pasti kita hidup untuk menjalani takdir kita, apakah kita bisa merupah takdir kita ?
kalau bisa ya rubahlah, tapi kalau tidak bisa kita cuma bisa menikmati dan menjalani takdir tersebut agar bisa membahagiakan kita. Bukan malah menolak dari takdir kita tersebut.Salam.
Selengkapnya...

Monday, May 11, 2015

Sistem Pendidikan Indonesia

Bagi sebagian orang pasti merasakan bagaimana perbedaan pendidikan sekarang dan beberapa dekade dulu.
Orang-orang yang didik pada tahun 1980 pasti beranggapan kalau pendidikan di zaman mereka merupakan pendidikan terbaik, dimana lulusan SD setara dengan lulusan SLTP sekarang, memang ini merata disemua tempat, tapi ini terjadi di temat saya.

Lulusan ataupun tamatan sekarang kebanyakan tidak mempunyai kemampuan yang diharapakan meskipun tidak semuanya, hal ini dikarenakan tidak bebasnya seorang guru untuk mendidik mereka, dimana pola pendidikan dulu dan sekarang berbeda. Kalau dulu jika seorang siswa tidak bisa akan di hukum dengan hukuman yang berat (kalau dilihat sekarang), namun sekarang jika seorang siswa tidak bisa dia tidak akan dihukum dengan berat, karena guru takut, takut melanggar HAM, takut di polisikan dan sebagainya.
Dalam penilaian pun, seorang guru masih ada yang diintervensi, oleh atasannya, yang seharusnya tidak layak mendapatkan nilai tertentu harus mendapatkan nilai tersebut.

Mengapa atasan mengintervensi dalam penilaian ?


Hal ini dikarenakan seorang kepala sekolah juga intervensi, bahkan diancam sejara halus (dalam arti bisa kehilangan jabatan), oleh sebab itu kebanyakan kepala sekolah bermain aman, dan melupakan kualitas mutu pendidikan negara ini, yang semakin lama akan semakin buruk, ditambah lagi dari tinggat pendidikan sudah melakukan ketidak jujuran, pada hal sebagai garda utama dalam membangun pendidikan di negeri ini, seorang pendidik maupun instansi pendidik harus mekedepankan mutu, memang ini tidak terjadi terhadap semua sekolah yang ada di negeri ini.

Sebagai seorang Pendidik, apakah kita berani melawan ?


Kebanyakan seorang pendidik tidak bisa melawan arus tersebut, karena banyaknya tekanan yang dia alami, dan di dukung pula dengan acuh tak acuhnya orang tua perserta didik terhadap pendidikan anak mereka, mereka menyerahkan sepenuhnya pendidikan anakanya kepada sekolah, dan melupakan pendidikan dalam keluarga.
Sehingga membuat perserta didik tidak termotivasi untuk belajar, dikarenakan tidak ada dorongan dari keluargannya untuk berprestasi.
Mari kita majukan manusia Indonesia lewat Pendidikan yang berkualitas dan di dukung oleh semua lini, demi tercapainya cita-cita bangsa ini. Selengkapnya...