1. Reading Guide (Penuntun Bacaan ).
a. Tentukan bacaan yang akan dipelajari
b. Buat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab atau kisi-kisi untuk mengerjakan permasalahan berdasarkan bacaan yang telah ditentukan.
c. Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi yang telah disiapkan kepada para peserta didik.
d. Tugas para peserta didik, mempelajari bacaan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memecahkan permasalahan berdasarkan kisi-kisi yang ada. Kegiatan menjawab pertanyaan atau kisi-kisi bisa secara individual, atau kelompok. Batasi aktivitas para peserta didik, sehingga tidak memakan waktu yang berlebihan.
e. Bahaslah bersama contoh jawaban atau pekerjaan dari peserta didik. Berikan ulasan dan kesimpulan..
Catatan :
Topik untuk satu pertemuan dapat dibagi menjadi beberapa bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi masing-masing.
2. Aktive Debate
Langkah-langkahnya :
a. Kembangkan sebuah pernyataan yang terkait dengan persoalan kontroversial yang berhubungan dengan topik pembelajaran. Misalnya : Peristiwa G 30 S/PKI atau Supersemar?
b. Bagi kelas ke dalam dua kelompok. Kelompok yang pro dan kelompok yang kontra.
c. Berikutnya masing-masing kelompok yang pro dan kontra membentuk sub kelompok antara 2-3 sub kelompok : masing-masing sub kelompok baik yang dalam kelompok pro maupun kelompok yang kontra mengembangkan dan merumuskan argumen-argumen untuk mendukung kelompoknya.
d. Setiap sub kelompok menujuk seorang juru bicara masing-masing.
e. Siapkan di depan kelas 2-4 kursi ( sesuai jumlah sub kelompok ) untuk masing-masing kelompok. Masing-masing juru bicara menempati kursi yang ada di depan kelas. Peserta didik yang lain duduk di belakang masing-masing juru bicaranya ( bisa dimodifikasi ).
f. Mulailah debat dengan menampilkan juru bicara secara bergantian antara yang pro dan yang kontra dengan argumen masing-masing.
g. Berikut masing-masinh kelompok / Sub kelompok mempersiapkan dan menyampaikan bantahan dan argumen berikutnya. Demikian terus dilakukan sampai dianggap waktu cukup.
h. Setelah selesai para peserta didik kembali pada posisi kelas.
i. Refleksi. Adakah relfleksi dengan komentar dari Peserta didik mengidentifikasi argumen-argumen yang dianggap tepat/baik untuk masing-masing kelompok. Guru juga dapat memberikan respon / tanggapan.
Catatan :
1) Dalam debat tidak perlu menentukan kelompok mana menang dan benar atau salah kelompok mana yang kalah dan salah.
2) Sebagai variasi disamping 2-4 kursi untuk masing-masing kelompok tambahkan satu kursi kosong, untuk menyediakan siapa yang ingin berbicara.
3) Usahakan setiap argumen selesai disampaikan bisa diiringi tepuk tangan.
Model debat ini juga dapat dimodifikasi dengan nama : Masuknya Pengaruh Hindu Buddha ke Indonesia
1) Pilih masalah atau isu-isu yang dimiliki beberapa perspektif , teori atau pendapat. Misalnya : Teori-teori masuknya pengaruh Hindu Buddha ke Indonesia
2) Bagi para peserta didik dalam beberapa kelompok sesuai dengan perspektif /teori yang ada (teori Brahmana, Ksatria, Waisa, Arus Balik). Jadi ada 4 kelompok.
3) Masing-masing kelompok merumuskan argumen sesuai dengan teori pada kelompoknya. Kalau pada kelompok teori Brahmana merumuskan argumen-argumen yang mendukung teori Brahmana, dan begitu pula untuk kelompok yang lainnya.
Masing-masing kelompok dapat menunjukkan juru bicaranya.
3. Learning Start With A Question
Langkah-langkahnya :
a. Pilih bahan bacaan atau teks yang sesuai dengan topik, dan tagihan kepada peserta didik. Dalam hal ini, bacaan yang dimaksud tidak harus dibuat atau di copy kemudian dibagi pada peserta didik, tetapi tidak dilakukan dengan memilih bab atau pada buku pelajaran yang sudah ada.
b. Peserta didik diminta untuk mempelajari bacaan tadi secara sendirian atau berpasangan.
c. Peserta didik diminta untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak dipahami atau ada hal-hal yang perlu dibahas. Jika waktu memungkinkan, beberapa peserta didik atau pasangan-pasangan tadi digabungkan sehingga menjadi pasangan / kelompok baru. Kelompok baru ini diminta untuk membahas point-point yang tidak dipahami yang sudah diberi tanda dari masing-masing peserta didik / pasangan, dan kemudian, merumuskan pertanyaan tentang materi yang telah mereka baca dan belum dipahami tadi.
d. Kumpulkan pertanyaan-pertanyaan dari masing-masing kelompok.
e. Langkah berikutnya, guru dapat membahas bersama-sama peserta didik pertanyaan-pertanyaan yang terkumpul, atau kalau waktu memungkinkan pertanyaan-pertanyaan dari masing-masing kelompok tadi dikembalikan ke kelompok, dengan cara silang ( kelompok akan menerima pertanyaan yang dirumuskan kelompo lain ), dan masing-masing kelompok menjawab atau memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang diterima. Masing-masing kelompok bisa bekerja di kelas, bisa diperpustakaan dengan bahan bacaan yang tersedia.
f. Peserta didik kembali pada posisi kelas, ,masing-masing kelompok untuk menyampaiakan jawban-jawabannya atas pertanyaan yang diterima. Kelompok lain bisa menambahkan, dan guru memberikan komentar akhir.
Catatan :
Kalau pertanyaan-pertanyaan tadi dibahas bersama-sama : guru dan peserta didik langkah kegiatan kelompok pada huruf e, ditiadakan, dan guru cukup memberikan.
4. Group Resume
Langkah-langkahnya :
a. Bagilah para peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil 3-5 anggota.
b. Berikan permasalahan atau bahan bacaan pada setiap kelompok. Bagikan pula kertas ( kalau bisa seukuran koran ), transparansi, dan alat tulisnya.
c. Setiap kelompok membahas dan memecahkan permasalahan yang diterima, dan kemudian membuat resume di atas kertas / transparansi yang telah dibagikan
d. Masing-masing kelompok diminta memprementasikan, dan kelompok lain dapat menanggapi.
e. Berikan respon dan kesimpulan dari materi yang telah dikaji.
5. Student Teams Achievement Division ( STAD )
Langkah-langkah
a. Bagilah kelas dalam tim atau kelompok-kelompok terdiri atas 4-5 anggota tiap tim / kelompok, usahakan hiterogen, baik dilihat dari jenis kelamin, kemampuannya.
b. Tim-tim / belajar menggunakan lembar kerja peserta didik ( LKS ) atau alat dan bahan ajar yang lain seperti buku peserta didik, potongan rekaman video, gambar - gambar foto atau media yang lain sesuai dengan topiknya yang dipelajari.
c. Untuk menguasai materi ajar itu, masing-masing kelompok membahas, mendiskusikan atau saling tanya jawab anggota tim.
d. Secara insividual atau tim tiap minggu dua atau dua minggu sekali diadakan evaluasi terkait dengan penguasaan bahan ajar yang telah dikaji. Kepada peserta didik secara individual atau tim yang meraih prestasi ( nilai ) tinggi atau memperoleh skor sempurna ( mencapai standar ), diberi penghargaan ( reward ).
6. Jigsaw
Langkah-Langkah
a. Bagilah kelas dalam kelompok-kelompok bersifat heterogen, terutama dilihat dari segi kemampuannya. Kelompok ini dinamakan home teams.
b. Siapkan bahan ajar dalam bentuk teks, gambar-gambar beberapa set dengan jumlah kelompok dalam kelas ( kalau satu kelas 5 kelompok, juga ada 5 set bahan ajar )
c. Tiap peserta didik bertanggung jawab mempelajari suatu bagian dari bahan ajar.
d. Setiap peserta didik yang mendapat bagian yang sama dari masing-masing kelompok yang berbeda berkumpul untuk saling membantu mengkaji bahan yang menjadi tanggung jawabnya. Kumpulan peserta didik ini disebut dengan kelompok pakar ( expert group ).
e. Kelompok home teams mendiskusikan hasil kajian yang diperoleh dari kelompok pakar. Untuk memperluas wawasan, kalau waktu cukup, beberapa kelompok bisa persentasi untuk mendapatkan masukan dari kelompok lain.
f. Setelah itu guru melakukan evaluasi mengenal bahan yang telah dipelajari.
g. Peserta didik yang berprestasi dan mencapai skor sempurna perlu diberi pengargaan.
7. Goup Investigation
Langkah-Langkahnya :
a. Guru menjelaskan secara garis besar berbagai permasalahan atau kasus.
b. Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil 5-6.
c. Masing-masing kelompok merencanakan kegiatan belajar dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah yang dikaji sesuai stopik yang dipilih.
d. Kelompok melaksanakan rencana belajar yang disepakati dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar dan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan.
e. Para peserta didik melakukan pembahasan, analisis dan sintesis berbagai infomasi dan fakta dan memuat sajian yang menarik ringkas dan komunikatif.
f. Kelompok menyajikan hasil, agar semua peserta didik dalam kelas dapat memahami semua materi yang dikaji dan sekaligus menambah wawasan setiap peserta didik.
g. Guru melakukan evaluasi, bisa secara individual, bisa secara kelompok.
8. Numbered Heads together.
a. Siswa dibagi dalam kelompok, Siswa dalam setiap kelompok mendapatkan nomor
b. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
c. Kelompok mendiskusikan jawaban yg benar dan memastikan tiap anggota kelompok dpt mengetahui jawabannya
Guru memanggil salah satu nomor siswa. Siswa dengan nomor yg dipanggil melaporkan hasil kerjasama kelompok mereka
9. Examples non Examples
a. Guru mempersiapkan gambar-gambar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
b. Guru menempelkan atau menayangkan gambar di kelas
c. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan siswa untuk memperhatikan dan menganalisa gambar
d. Diskusi kelompk (3-5), dicatat
e. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
f. Melalui hasil komentar/diskusi siswa guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran
Kesimpulan
10. Picture and Picture
a. Guru menyampaikan tujuan yg ingin dicapai
b. Guru menyajikan materi sbg pengantar
c. Guru menunjukkan gambar-gambar
d. Guru menunjuk siswa bergantian mengurutkan gambar menjadi urutan logis
e. Guru menanyakan alasan pengurutan gambar
f. Dari urutan gambar tbt guru mulai menanamkan konsep
g. Kesimpulan
11. Cooperative Script
a. Guru membagi siswa berpasangan
b. Guru membagi wacana utk dibaca dan diringkas
c. Guru/siswa menetapkan siapa yg pertama sbg pembicara dan siapa sbg pendengar
d. Pembicara menyampaikan ringkasan dg memasukkan ide-ide pokok, pendengar: menyimak, mengoreksi, melengkapi
e. Bertukar peran (Pembicara Pendengar)
f. Kesimpulan Guru
E. Bagaimana Penerapan Pendekatan CTL
Kita sudah pahami hakekat pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning ( CTL). Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning ( CTL) adalah konsep belajat yang mambantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari hari. Dalam CTL paling tidak melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, dan penilaian sebenarnya (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, 2002 : 10).
F. Penerapan Pendekatan Kontekstual (CTL) di Kelas
Pendekatan kontekstual atau atau Contextual Teaching and Learning (CTL) memiliki tujuh komponen utama, yakni konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, dan penilaian sebenarnya. Sebuah kelas dapat dikatakan menerapkan pendekatan CTL jika menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam pembelajannya.
Penerapan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar langkah-langkah penderepan CTL di kelas adalah sebagai berikut;
1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara belajar dan bekerja sendiri, menemukan sendiri, mengkonstruksi sendiri pengetahuan, ketrampilan dan sikap barunya
2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik
3. Kembangkan sikap ingin tahu siswa dengan bertanya
4. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok)
5. Hadirkan ‘model’ sebagai contoh pembelajaran
6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan
7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbabai cara.
Latihan
1. Jelaskan apa yang dimaksud pendekatan kontekstual
2. jelaskan latar belakang penerapan pendekatan kontekstual
3. sebutkan macam-macam pendekatan bernuansa CTL
4. kembangkan dalam bentuk RPP penerapan Pendekatan Kontekstual (CTL) di Kelas
Rangkuman
Pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning ( CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan pendekatan ini proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Dengan pendekatan ini strategi pembelajaran lebih dipentingkan tinimbang hasil.
Paling tidak ada lima belas kata kata kunci yang perlu dipahami dalam pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning ( CTL), yakni; Real-world learning, Mengutamakan pengalaman nyata, Berpikir tingkat tinggi, Berpusat pada siswa, Siswa aktif, kritis dan kreatif, Pengetahuan bermakna dalam kehidupan, Dekat dengan kehidupan nyata, Perubahan perilaku, Siswa berpraktek, bukan menghapal, Penekanan pada Learning bukan teaching, Penekanan pada Pendidikan bukan pengajaran, Pembentukan ‘manusia’ bukan robot, Memecahkan masalah, Siswa ‘acting’ guru mengarahkan, Hasil belajar diukur dengan berbagai cara bukan hanya dengan tes. Paling tidak ada 12 macam pendekatan bernuansa CTL, antara lain reading guide, active debate, learning start with a question, group resume, student teams achievement division, jigsaw, group investigation, numbered haeds together, examples non examples, picture and picture, dan cooperative script.
Comments
Post a Comment