Dalam tulisan ini akan saya ungkapkan bagaimana menjadi guru IPS yang membuat para siswa semangat didalam pembelajran yang akan kita sampaikan tersebut. Bayangkan saja jika siswa di dalam kelas yang akan anda masuki telah menunggu anda dengan semangat dan sangat menanti-nanti jam pelajaran anda dan jam pelajaran anda mereka anggap terlalu singkat, hal ini akan membuat anda merasa senang dan makin semagat mengajar, dan bayangkan jika hal sebaliknya terjadi, ketika anda masuk telah membuat siswa tidak semangat belajar dan berharap jam pelajaran anda cepat berlalu dan jam pelajaran yang anda ampu mereka anggap lama dan membuat siswa anda mengatuk dan pikiran mereka tidak tertuju pada materi yang anda sampaikan, hal ini membuat anda makin tidak semangat mengajar.
Menurut Erliany Syaodih dalam tulisannya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial” Keberhasilan pembelajaran IPS dipengaruhi banyak faktor, yaitu input, proses dan output sebagai suatu sistem. Komponen input mencakup raw input (masukan mentah), instrumental input (masukan instrumental) dan environmental input (masukan lingkungan). Komponen proses berkenaan dengan pembelajaran teori, pembelajaran praktek, pengelolaan kelas, pemberian tugas dan latihan, bimbingan siswa, evaluasi serta manajemen pembelajaran sedangkan komponen output berkenaan dengan perubahan positif atau perkembangan yang dicapai setelah melakukan proses pembelajaran.
Mata pelajaran IPS memang membosankan bagi siswa, kadang di dalam penyampaian materinya guru terkadang kurang tepat dan hanya berfokus kepada pada gurunya saja, seharusnya di dalam proses pembelajaran kita harus melibatkan siswa didalam pembelajaran, sehingga siswa tidak hanya mendengarkan kita tetap mereka juga harus terlibat dalam pembelajran itu. Dalam konteks sekarang ini seorang guru hanya sebagai fasilitator bagi siswanya jadi yang lebih berperan aktif itu siswanya.
Oleh dari itu untuk membuat siswa tetap semangat di dalam pembelajaran kita harus melibatkan mereka didalam pembelajaran tersebut.
Dalam melibatkan mereka kita bisa dengan cara Tanya jawab, diskusi materi yang dibahas, diskusi kelompok mengenai permasalahan yang telah di tentukan dan melakukan permainan yang masih berkaitan dengan materi pelajaran tersebut. Selain itu juga kita menyisipkan cerita-cerita yang berkenaan dengan materi yang di sampaikan sehingga membuat siswa makin semangat dan juga di selingi kalimat-kalimat yang memotivasi siswa sehingga mereka lebih giat lagi di dalam pelajaran. Mereka cennderung tidak tertarik pada materi sejarah karena penyampaian materi tersebut di buat tidak menarik sehingga mereka cepat bosan.
Menurut Erliany Syaodih dalam tulisannya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial” Keberhasilan pembelajaran IPS dipengaruhi banyak faktor, yaitu input, proses dan output sebagai suatu sistem. Komponen input mencakup raw input (masukan mentah), instrumental input (masukan instrumental) dan environmental input (masukan lingkungan). Komponen proses berkenaan dengan pembelajaran teori, pembelajaran praktek, pengelolaan kelas, pemberian tugas dan latihan, bimbingan siswa, evaluasi serta manajemen pembelajaran sedangkan komponen output berkenaan dengan perubahan positif atau perkembangan yang dicapai setelah melakukan proses pembelajaran.
Mata pelajaran IPS memang membosankan bagi siswa, kadang di dalam penyampaian materinya guru terkadang kurang tepat dan hanya berfokus kepada pada gurunya saja, seharusnya di dalam proses pembelajaran kita harus melibatkan siswa didalam pembelajaran, sehingga siswa tidak hanya mendengarkan kita tetap mereka juga harus terlibat dalam pembelajran itu. Dalam konteks sekarang ini seorang guru hanya sebagai fasilitator bagi siswanya jadi yang lebih berperan aktif itu siswanya.
Oleh dari itu untuk membuat siswa tetap semangat di dalam pembelajaran kita harus melibatkan mereka didalam pembelajaran tersebut.
Dalam melibatkan mereka kita bisa dengan cara Tanya jawab, diskusi materi yang dibahas, diskusi kelompok mengenai permasalahan yang telah di tentukan dan melakukan permainan yang masih berkaitan dengan materi pelajaran tersebut. Selain itu juga kita menyisipkan cerita-cerita yang berkenaan dengan materi yang di sampaikan sehingga membuat siswa makin semangat dan juga di selingi kalimat-kalimat yang memotivasi siswa sehingga mereka lebih giat lagi di dalam pelajaran. Mereka cennderung tidak tertarik pada materi sejarah karena penyampaian materi tersebut di buat tidak menarik sehingga mereka cepat bosan.
Comments
Post a Comment