BUDAYA LATAH NEGERI INI JANGAN SAMPAI TERJADI PADA SEMUA SENDI KEHIDUPAN KITA

Pasti kita tidak asing lagi dengan bermunculannya acara televise yang mengusung acara yang sebenarnya sama. Kesuksesan suatu stasion televise untuk mengadakan acara televise tersebut di ikuti oleh stasiun televise yang lainnya ini lah yang menjadi kecenderungan bangsa ini jika ada sesuatu berhasil akan di ikuti oleh orang lain yang belum tentu bisa berhasil seperti yang orang lain lakukan.

Tidak terlepas dari itu juga terjadi pada sendi kehidupan lainnya baik dari segi pertanian, perkebunan, dan bahkan pada sendi pendidikan itu sendiri.

Misalkan pada dunia pendidikan kita pada saat ini, dimana negeri ini menjanjikan kehidup yang layak bagi para guru dengan menaikan gaji serta tunjangan bagi guru, mendorong orang – orang berebut masuk ke universitas yang khusus untuk menghasilkan para lulusan yang siap berkerja dan akan di tempatkan sebagai guru.

Hal tersebut belum tentu menjamin akan mendapatkan perkerajaan yang di idam-idamkan karena dengan makin banyaknya lulusan yang khusus untuk menjadi guru akan menjadi kesulitan tersendiri yang dihadapi oleh para lulusan tersebut untuk mendapatkan perkerjaan apa lagi jika mereka mengambil bidang studi yang telah banyak peminatnya akan kesulitan mendaptkan perkerjaan tersebut. Jika di paksakan mengambil bidang yang tidak sesuai dengan lulusannya dan mengambil bidang yang seharusnya tidak di ambilnya karena tidak berkaitan sama sekali dengan yang di kuasainya jika di paksakan akan berdampak pada penurunan profesionalannya terhadap bidang yang di ambilnya.

Begitu juga dengan daerah – daerah yang berkeinginan untuk mendirikan STKIP yang nantinya disiapkan untuk menghasilkan calon guru untuk memenuhi calon guru yang masih kekurangan di daerahnya. Sebenarnya hal tersebut tidak tepat karena nantinya calon guru yang berasal dari daerah tersebut yang menempuh pendidikan di tempat lain yang khusus mengambil bidang keguruan akan kembali dan berkerja di daerah asalnya. Jika program tersebut tetap dijalankan nantinya para lulusan STKPI tersebut akan mengalami penganguran karena peluang yang dulunya mereka dambakan tertutup karena peluang tersebut makin kecil. Sebenarnya jalan yang terbaik untuk menutup kekurangan guru yang di alami pada saat ini dengan cara mengirimkan putra daerah untuk belajar keperguruan tinggi tertentu untuk menutupi kekurangannya nanti. Program yang telah ada sebaiknya di alihkan keprogram pendiidkan yang khusus membina para putra daerah yang tidak mampu untuk belajar ketempat lain lain karena berhadapan dengan kendala keuangan. Tapi program tersebut harus menjurus pada kemampuan daerah tersebut dalam bidang tertentu misalkan pertanian maupun perkebunan, dengan mendirikan pelatihan bagi para putra daerah di bidang tersebut yang nantinya akan menjadi para penghasil lapangan kerja bukan menjadi para pencari kerja. Mereka di bekali dengan cara bagaiman menanam dan mengelola hasil pertanian mereka dengan nilai tambah yang cukup tinggi dibandingakan jika hanya menjual bahan mentah tersebut. Ini tidak saja hanya pada pertanian maupun perkebunan melainkan juga bada bidang perternakan dimana pada daerah – daerah tang tingkat pendidikan masyaraknya rendah cenderung mengelola lahan mereka dengan cara tradisional dan hasil yang mereka dapatkan pula lebih kecil serta tanaman yang mereka tanam terkadang hanya memenuhi kebutuhan hidup mereka untuk beberapa saat saja. Jiak mereka dibekali dengan pelatihan yang memadai mereka diharpkan dapat mengelola lahan mereka dengan optimal lagi. Ini akan berdampak pada ketersediaan lapangan kerja baru bagi para penganguran yang natinya tidak akan menjadi beban pemerintah daerah tersebut.

Budaya latah bangsa ini jangan sambai ditiru oleh daerah – daerah yang berkeinginan untuk maju, meskipun hal tersebut belum popular pada saat sekarang karena kalah bersaing dengan bidang lainnya tapi nantinya jika hal tersebut berhasil dengan baik maka hal tersebut akan menjadi percontohan bagi daerah lain tidak menutup kemungkinan daerah lain akan mengirim putra daerah mereka untuk menempuh pendidikan di daerah tersebut unuk mengikuti pelatihan dan pendidikan dibidang tersebut. Biarlah pada saat ini tidak terpopuler, yang popular pada saat ini akan tengelam pada masa yang akan datang yang akan digantikan oleh yang tidak popular tersebut jika di lakukan pembinaan secara tepat dan benar.

Comments