
Jika kita melihat begitu banyaknya refernsi dari buku-buku luar yang buka berbahasa Indonesia sudah selaykanya bahwa para pelajar yang kurang bisa berbahasa inggris justru kesulitan didalam memahami buku-buku teks tersebut, padahal mereka sebenarnya mempunyai kemampuan dibidang tertentu yang mestinya untuk mengembangkan keterampilannya itu memerlukan pengetahuan yang lebih dari berbagai refernsi luar.
dengan kendala yang dihadapinya itu membuat dia merasa kesulitan untuk menambah pengetahuanya tersebut yang berakibat pada pengetahuanya tersebut hanya sampai disitu saja atau hanya di dapat dari buku-bukau karangan dari orang-orang kita saja.
Seharusnya pemerintah memikiran untuk memperjemahkan buku-buku bahasa asing, karena didalam buku-buku tersebut biasanya terdapat pengetahuan yang lebih banyak lagi, sehingga para pelajar kita dapat membaca dan mengetahui ilmu-ilmu yang berasal dari luar negeri.
Dengan demikian pengetahuan anak bangsa ini yang masih kurang berbahas inggris nya dapat mengetahui ilmu pengetahuan yang ada di luar negeri.
Selain itu juga pemerintah sepertinya tidak mementingkan perkembangan bahasa indonesia itu sendiri pada hal untuk tetap mengembangkan dan mengidetifikasikan bahasa indonesia sudah selayaknya bangsa dan penguru bangsa in lebih mengedepankan bahas pemersatu itu sendiri yaitu bahasa indonesia.
Bagamana mau maju negera ini jika ilmu pengetahuan dari luar tidak diserap sedemikian besarnya, yang hanya diserap dari orang-orang yang telah bisa berbahasa inggris tersebut.
Minimnya buku terjemahan ini di karenakan kurang keseriusannya pemerintah memperhatikan pengetahuan dari luar, mereka hanya bertumpu pada orang-orang tertentu saja yang berharap bisa membagikan ilmunya pada orang lain, namun hal tersebut sang kecil jika di bandingkan dengan jumlah para pelajar indonesia.
dengan kendala yang dihadapinya itu membuat dia merasa kesulitan untuk menambah pengetahuanya tersebut yang berakibat pada pengetahuanya tersebut hanya sampai disitu saja atau hanya di dapat dari buku-bukau karangan dari orang-orang kita saja.
Seharusnya pemerintah memikiran untuk memperjemahkan buku-buku bahasa asing, karena didalam buku-buku tersebut biasanya terdapat pengetahuan yang lebih banyak lagi, sehingga para pelajar kita dapat membaca dan mengetahui ilmu-ilmu yang berasal dari luar negeri.
Dengan demikian pengetahuan anak bangsa ini yang masih kurang berbahas inggris nya dapat mengetahui ilmu pengetahuan yang ada di luar negeri.
Selain itu juga pemerintah sepertinya tidak mementingkan perkembangan bahasa indonesia itu sendiri pada hal untuk tetap mengembangkan dan mengidetifikasikan bahasa indonesia sudah selayaknya bangsa dan penguru bangsa in lebih mengedepankan bahas pemersatu itu sendiri yaitu bahasa indonesia.
Bagamana mau maju negera ini jika ilmu pengetahuan dari luar tidak diserap sedemikian besarnya, yang hanya diserap dari orang-orang yang telah bisa berbahasa inggris tersebut.
Minimnya buku terjemahan ini di karenakan kurang keseriusannya pemerintah memperhatikan pengetahuan dari luar, mereka hanya bertumpu pada orang-orang tertentu saja yang berharap bisa membagikan ilmunya pada orang lain, namun hal tersebut sang kecil jika di bandingkan dengan jumlah para pelajar indonesia.
Comments
Post a Comment