Perlu kita ingat bahwa kebudayaan itu lambat-laun akan berkembang baik kearah yang mendukung kelangsungan budaya tersebut maupun yang dapat menghilangkan budaya tersebut. sebagai penerus dan pewaris budaya dari orang tua kita, sudah sepantasnyalah kita menjaga kebudayaan yang ada sesuai dengan perkembangan dunia saat ini dan tampa harus kehilangan jati diri sendiri.
Penulis sangat prihatin terhadap keadaan buadya suku dayak yang semakin hari mengarah kepada kelunturan budaya yang ada. Seharusnya kaum muda yang menjadi pewaris budaya tersebut harus melestarikan budaya tersebut dengan sebaik mungin tapi ternyatanya yang terjadi bukannya mempertahankan budaya tersebut malah merusak dan semakin lunturnya budaya tersebut dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Johan Weintré dalam makalahnya yang berjudul "BEBERAPA PENGGAL KEHIDUPAN DAYAK KANAYATAN
Kekayaan Ritual dan Keaneka-ragaman Pertanian di Hutan Kalimantan Barat" mengatakan "dalam waktu singkat, mungkin sepuluh tahun mendatang, tradisi dari nenek moyang Dayak tidak ditemui lagi di kampung, tetapi di perpustakaan atau di museum saja". Hal itu memang benar apa adanya dimana dari sekarang ini kebudayaan kita mulai ditinggalkan oleh kaum mudanya mereka lebih banga kepada kebudayaan luar dari pada kebudayaan sendiri, hal ini terlihat dengan mudahnya mereka mengikuti gaya dan budaya orang lain dari pada budaya sendiri. karena itu sudah jadi kewajiban kita untuk menjaga tradisi dan kebudayaan kita yang dapat dijadikan pembedaan terhadap suku lain. hal ini dapat ditunjukan dengan tindakan sederhan yaitu mempergunakan bahasa Dayak didaerah pasar yang mayoritas bersuku dayak dan jangan memangamagkan bahasa orang lain tapi marilah kita supaya bahasa kita juga dapat dikenal oleh suku lain dan kita seharusnya mengajari mereka untuk bisa berhasa Dayak kalau mereka berada didaerah kita. dari perbuatan sederhan tersebut akan terbentuk suatu tindakan yang nantinya akan lebih kompleks.
Hal ini juga dapat dilakukan pada Kantor pemerintahan yang mayoritas penduduknya dan perkerjanya suku Dayak Cobalah selingi antara bahasa Indonesia dengan bahasa Dayak.
Penulis sangat prihatin terhadap keadaan buadya suku dayak yang semakin hari mengarah kepada kelunturan budaya yang ada. Seharusnya kaum muda yang menjadi pewaris budaya tersebut harus melestarikan budaya tersebut dengan sebaik mungin tapi ternyatanya yang terjadi bukannya mempertahankan budaya tersebut malah merusak dan semakin lunturnya budaya tersebut dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Johan Weintré dalam makalahnya yang berjudul "BEBERAPA PENGGAL KEHIDUPAN DAYAK KANAYATAN
Kekayaan Ritual dan Keaneka-ragaman Pertanian di Hutan Kalimantan Barat" mengatakan "dalam waktu singkat, mungkin sepuluh tahun mendatang, tradisi dari nenek moyang Dayak tidak ditemui lagi di kampung, tetapi di perpustakaan atau di museum saja". Hal itu memang benar apa adanya dimana dari sekarang ini kebudayaan kita mulai ditinggalkan oleh kaum mudanya mereka lebih banga kepada kebudayaan luar dari pada kebudayaan sendiri, hal ini terlihat dengan mudahnya mereka mengikuti gaya dan budaya orang lain dari pada budaya sendiri. karena itu sudah jadi kewajiban kita untuk menjaga tradisi dan kebudayaan kita yang dapat dijadikan pembedaan terhadap suku lain. hal ini dapat ditunjukan dengan tindakan sederhan yaitu mempergunakan bahasa Dayak didaerah pasar yang mayoritas bersuku dayak dan jangan memangamagkan bahasa orang lain tapi marilah kita supaya bahasa kita juga dapat dikenal oleh suku lain dan kita seharusnya mengajari mereka untuk bisa berhasa Dayak kalau mereka berada didaerah kita. dari perbuatan sederhan tersebut akan terbentuk suatu tindakan yang nantinya akan lebih kompleks.
Hal ini juga dapat dilakukan pada Kantor pemerintahan yang mayoritas penduduknya dan perkerjanya suku Dayak Cobalah selingi antara bahasa Indonesia dengan bahasa Dayak.
Comments
Post a Comment